Dummy P17

Padang, elaeis.co - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apksindo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jufri Nur SE MM, memastikan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit belakangan ini memberi dampak yang luas bagi perekonomian masyarakat.

"Termasuk juga bagi daerah," katanya kepada elaeis.co, Kamis (2/3). Mengaku tak tahu berapa sumbangan sektor sawit untuk pendapatan asli daerah (PAD) Sumbar, menurut Jufri, "Setahu saya termasuk yang tinggi," tambahnya, tanpa merinci lebih jauh.

Apalagi, menurut Jufri, dari 19 kabupaten/kota yang ada di daerah itu, sebanyak enam kabupaten di antaranya termasuk sentra perkebunan sawit.
 
Pada cakupan makro, imbuh Jufri, kenaikan harga TBS kelapa sawit menjadi multiplier effect bagi sektor-sektor lain, termasuk sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan masyarakat banyak.

Dummy P20

"Daya beli masyarakat praktis menjadi meningkat, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra sawit," katanya. "Pasar-pasar rakyat juga menjadi ikut bergairah.

Kisah petani sawit yang menunggak tagihan kendaraan sehingga terpaksa berurusan dengan debt collector, menurut Jufri, dengan sendirinya menurun drastis. "Hasil kebun sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan, termasuk yang tidak termasuk kebutuhan pokok sekali pun," ungkapnya.

Jufri berharap tingkat harga TBS yang ada sekarang bertahan, dan kalau bisa meningkat, karena akan memberi pengaruh positif untuk bergeraknya sektor-sektor lain di tengah masyarakat Sumbar.

Dummy P21

Mempedomani pergerakan harga TBS sejak beberapa waktu belakangan, Jufri yakin pada waktunya harga TBS akan bisa tembus di atas angka Rp3.000/kg. "Kita doakan saja," imbuhnya.

Dummy P18