Dummy P17

Puspo menilai langkah tersebut penting karena Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Saat ini produksi crude palm oil (CPO) nasional mencapai sekitar 53 juta ton per tahun, sehingga pasokan dalam negeri dinilai lebih dari cukup sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

"Minyak sawit nasional mampu memenuhi kebutuhan Indonesia secara 100 persen, bahkan sampai surplus dan bisa memenuhi kebutuhan minyak nabati global," ujarnya.

Menurutnya, peran kelapa sawit akan semakin strategis seiring meningkatnya populasi dunia yang diperkirakan mencapai 10 hingga 11 miliar jiwa pada 2050. Kondisi tersebut diproyeksikan mendorong kebutuhan minyak nabati global hingga sekitar 250 juta ton per tahun.

Dummy P20

Di tengah keterbatasan lahan pertanian, kelapa sawit dinilai menjadi salah satu tanaman paling produktif dibandingkan sumber minyak nabati lainnya. Karena itu, Indonesia dinilai memiliki peluang besar memperkuat posisinya tidak hanya sebagai produsen CPO, tetapi juga sebagai penghasil produk hilir bernilai tambah tinggi.

Puspo mencontohkan sejumlah negara telah mampu mengolah minyak sawit menjadi berbagai produk pangan dan industri dengan tahapan pengolahan yang panjang sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih besar dibanding hanya menjual bahan baku.

Melalui penguatan riset minyak sawit merah, BPDP berharap hilirisasi industri sawit nasional semakin berkembang. 

Dummy P21

Selain membuka peluang pasar baru, inovasi tersebut juga diharapkan meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesehatan masyarakat dan perekonomian nasional.

Dummy P18