Dummy P17

Jakarta, elaeis.co – Widya Erti Indonesia (WEI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian kelapa sawit berkelanjutan. Hasilnya, dua kelembagaan petani dampingan WEI berhasil mendapatkan sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Dua perhimpunan petani swadaya dampingan WEI itu yakni Perhimpunan Kelompok Tani Swadaya Tunas Karya Mandiri (PKTSTKM) yang diwakili oleh Syamsul Rifai dan Asosiasi Sawit Gemilang Riau Indragiri (ASAGRI) yang diwakili oleh Muhaimin, menerima sertifikasi RSPO dalam acara tahunan RSPO ke-20 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, akhir bulan lalu.

Keduanya termasuk di antara 18 kelompok petani swadaya dari Indonesia yang menerima sertifikasi RSPO pada acara tersebut. Tercatat, PKTSTKM memiliki 126 petani tersertifikasi dengan luasan lahan 228,38 ha. Sedangkan 271 petani tersertifikasi dengan luasan lahan 382,035 ha tergabung dalam ASAGRI.

Dummy P20

Acara tahunan RSPO ke-20 ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkuat jaringan antar pemangku kepentingan, tetapi juga untuk memperkuat peran petani swadaya dalam rantai pasok minyak sawit global. Partisipasi WEI dalam acara ini menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendukung petani dalam mewujudkan keberlanjutan dan kemandirian ekonomi.

Syamsul Rifai, Ketua PKTSTKM, menyampaikan bahwa sertifikasi ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani.

“Sertifikasi RSPO membantu petani untuk membentuk kelompok atau lembaga petani yang kuat. Dengan mengikuti persyaratan RSPO, kami merasakan manfaat dari penerapan praktik pertanian yang baik, yang berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas produksi serta pendapatan para petani,” kata Syamsul dalam rilis media dikutip Senin (16/12).

Dummy P21

WEI juga mengirimkan perwakilan dari Perkumpulan Petani Sawit Swadaya Karya Serumpun (PPSSKS), Juliono, yang sebelumnya telah menerima sertifikasi RSPO pada tahun 2022, untuk mengikuti pelatihan PRISMA di acaraa tahunan tersebut. Pelatihan ini juga diikuti oleh perwakilan dari PKTSTKM dan ASAGRI.

PRISMA, yang merupakan singkatan dari Palm Resource Information and Sustainability Management, adalah platform RSPO yang dirancang untuk meningkatkan perdagangan dan kepatuhan terhadap peraturan keberlanjutan global. Platform ini menjadi titik kolaborasi terpadu bagi semua pemangku kepentingan RSPO, mengoptimalkan efisiensi operasional dan mendorong akuntabilitas yang lebih baik di seluruh rantai pasok minyak sawit.

Wiranatha Krisna, Direktur Eksekutif WEI yang turut hadir pada acara tahunan RSPO ke-20 ini, mengapresiasi perkembangan RSPO selama ini.

“Pertumbuhan RSPO selama 20 tahun ini sangat baik dan berdampak mendalam bagi petani swadaya, khususnya dampingan kami. Harapannya, sistem voluntary yang dibangun RSPO dapat bersinergi dengan sistem mandatory yang dikembangkan di Indonesia melalui ISPO dan terus berinovasi melalui berbagai kolaborasi, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi industri kelapa sawit di Indonesia.” ungkapnya.


 

Dummy P18