Bengkulu, elaeis.co - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat, turunnya harga komoditas kelapa sawit menjadi salah satu penyebab turunnya Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2022.
Angka NTP Bengkulu tercatat turun sebesar 13,52 persen, dari 146,88 pada April menjadi 127,02 di Mei 2022.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal mengatakan, turunnya NTP Bengkulu karena anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit akibat larangan ekspor CPO dan turunannya pada 28 April 2022 lalu.
Penurunan NTP tersebut terbesar disumbangkan oleh NTP Perkebunan Rakyat. Dimana sektor ini mengalami penurunan sebesar 16,31 persen dari 162,90 pada April 2022 menjadi 136,33 pada Mei 2022.
"Dapat kita lihat penurunan NTP tertinggi itu ada di petani perkebunan rakyat," jelas Win kepada elaeis.co, Selasa (7/6).
Ia mengaku, meskipun NTP Perkebunan Rakyat mengalami penurunan, secara umum petani sektor ini masih sejahtera. Karena indeks NTP-nya masih jauh di atas 100.
"Angka keseimbangan NTP adalah 100. Jika di bawah 100 berarti petani rugi, jika tepat 100 berarti kehidupannya pas-pasan, dan jika di atas 100 berarti petani untung," ujar Win.
Ia menambahkan, petani di Bengkulu yang belum sejahtera yaitu petani sektor hortikultura. Dimana indeks NTP sektor ini masih dibawah 100 yaitu 89,75 pada Mei 2022 lalu. Penyebab masih meruginya petani sektor hortikultura disebabkan turunnya harga buah-buahan dan mahalnya tanaman obat dan pupuk.
"Petani Hortikultura di Bengkulu belum sejahtera, NTP-nya masih di bawah 100. Ini disebabkan biaya produksi lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan yang diterima oleh petani," ujarnya.
Selain itu, Win mengaku, sektor peternakan juga belum begitu sejahtera di Bengkulu. Bahkan pada Mei 2022 lalu, NTP peternak hanya mencapai 98,05.
"NTP peternakan pada bulan Mei 2022 sebesar 98,05 yang berarti peternak mengalami defisit/penurunan daya beli karena penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya," kata dia.
Harga Sawit Anjlok, NTP Bengkulu Ikut Terjun
Diskusi pembaca untuk berita ini