Dummy P17

Jakarta, elaeis.co - Sudah tiga bulan belakangan aplikasi yang biasa dikunjungi petani sawit untuk ikut program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), mati suri.  

Dan selama itu pula, Dermawan Harry Oetomo tak bisa ngapa-ngapain. Sekitar 400 hektar kebun sawit warga yang bakal disodorkan untuk ikut PSR pun terpaksa menahan selera.

"Enggak bisa ngapa-ngapain jadinya. Selama aplikasi itu offline, urusan jadi terpending lah. Mestinya kan ada alternatif lain kalau pun aplikasi itu offline. Masa sekelas pemerintah pusat seperti itu, enggak punya alternatif," rutuk Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Jambi ini saat berbincang dengan elaeis.co, tadi siang. 

Dummy P20

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Hendratmojo Bagus Hudoro menyebut, aplikasi PSR itu sengaja di-offline-kan untuk menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 3 tahun 2022 tentang  Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, Serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit. 

Kebetulan di Permentan 3 ini, jalur pengajuan PSR tidak lagi hanya melalui rekomtek, tapi juga sudah ada jalur kemitraan.  

"Info terakhir yang saya peroleh, penyempurnaan aplikasi selesai pada kurang lebih pertengahan bulan Juni ini," katanya kepada elaeis.co, tadi siang. 

Dummy P21

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sendiri mengaku terus berkoordinasi dengan Ditjenbun demi mempercepat penyesuaian sistem yang dibutuhkan. 

"Saat ini kan sedang dilakukan penyesuaian sistem PSR Online setelah lahirnya Permentan 03 tahun 2022. BPDPKS terus berkoordinasi dengan Ditjenbun untuk mempercepat penyesuaian sistem itu, mohon bersabar," kata Direktur Utama BPDPS, Eddy Abdurrachman. 



 

Dummy P18