Dummy P17

Jakarta, elaeis.co - PT Dharma Satya Nusantara Tbk, emiten dengan kode DSNG di Bursa Efek Indonesia, membukukan laba perseroan pada tahun 2023 sebesar Rp 842 miliar.

Angka ini ditopang oleh penjualan perseroan sebanyak Rp 9,5 triliun. Segmen bisnis kelapa sawit masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan, yakni sebesar 88% atau Rp 8,4 triliun. Angka ini naik 3% dibandingkan tahun lalu (year-on-year/YoY) yang mencapai Rp 8,1 triliun.

Secara bottom line, laba perseroan terkoreksi 30% YoY atau sebanyak Rp 365 miliar dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,2 triliun.

Dummy P20

Andrianto Oetomo, Presiden Direktur DSNG, mengatakan, penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya beban pokok penjualan akibat meningkatnya harga pupuk untuk segmen kelapa sawit dan menurunnya volume penjualan serta harga rata-rata penjualan segmen kayu. Sehingga perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp 2,4 triliun pada tahun buku 2023.

“Tahun 2023 beban pokok penjualan naik sekitar Rp 455 miliar, atau meningkat 7% dibandingkan tahun 2022 yang disebabkan naiknya harga pupuk. Akibatnya, laba perseroan terkoreksi cukup signifikan walaupun volume penjualan dan harga rata-rata penjualan CPO (Average Selling Price/ASP) meningkat masing-masing 4% dan 1,9% YoY,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (29/2).

Untuk segmen produk kayu, kelesuan pasar internasional yang dirasakan sejak akhir tahun 2022 masih menjadi tantangan terbesar perseroan di sepanjang tahun 2023. Permintaan yang menurun dari negara-negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Jepang, terus berlanjut sepanjang tahun 2023 sejalan dengan suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, yang telah berdampak negatif pada pasar properti.

Dummy P21

Segmen produk kayu berkontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar 12% atau senilai Rp 1,1 triliun. Angka ini turun 29% YoY dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun.

Volume penjualan produk panel dan flooring mengalami penurunan masing-masing sebesar 14% dan 34% YoY, meskipun volume penjualan per kuartal sepanjang tahun 2023 masih mengalami peningkatan dari kuartal ke kuartal. Lebih lanjut, ASP produk panel turun 17,5% YoY sedangkan ASP produk flooring masih meningkat 1,3% YoY.

“Dengan kondisi pasar produk kayu tahun lalu, perseroan mendorong agar kinerja finansial produk kayu tetap positif di tengan situasi pasar yang menantang. DSNG berpeluang mangambil alih pasar yang ditinggalkan oleh pemain industri kayu yang sempat menghentikan produksinya pada tahun lalu,” paparnya.

Kinerja finansial yang positif dari DSNG juga diikuti dengan meningkatnya jumlah aset perseroan sebesar 5% YoY senilai Rp 16 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 15 triliun.

Kenaikan aset ini didorong oleh meningkatnya aset tetap, seperti telah selesainya pembangunan fasilitas Bio[1]CNG tahap kedua, serta 10 tangki penampung CPO tambahan dengan total kapasitas mencapai 29 ribu ton.

Di sisi lain, liabilitas meningkat 1,3% YoY senilai Rp 7 triliun dan ekuitas meningkat 9% YoY senilai Rp 9 triliun, yang mengindikasikan pertumbuhan aset masih didorong oleh posisi keuangan perseroan yang sehat.


 

Dummy P18