Jakarta, elaeis.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan Januari 2023 masih bergerak positif. Ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan masih cukup baik.
"NTP nasional Januari 2023 sebesar 109,84 atau naik 0,77 persen dibanding NTP bulan sebelumnya," kata Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Ponco Adi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/2).
Dia menjelaskan, kenaikan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,40 persen, ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,63 persen.
"Pada Januari 2023, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan tertinggi (2,27 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami penurunan terbesar (2,11 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya," tambahnya.
"Secara nasional, NTP Januari 2023 lebih tinggi 1,08 persen dibandingkan NTP Tahun 2022 pada periode yang sama. Perubahan tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 12,54 persen.NTP Januari 2023 tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yakni sebesar 125,88 dan terendah terjadi pada Subsektor Peternakan yakni sebesar 100,35," tambahnya.
Khusus untuk tanaman perkebunan rakyat, meskipun nilainya masih menjadi yang tertinggi, akan tetapi pada Januari 2023 ini memang terjadi penurunan cukup besar dibandingkan Desember 2022. Ini terjadi akibat penurunan harga komoditas utama, yakni kelapa sawit.
"Untuk NTP tanaman perkebunan rakyat terjadi penurunan indeks harga yang diterima petani. Ini disebabkan oleh turunnya indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat khususnya komoditas kelapa sawit dan tembakau," jelasnya.
Nilai Tukar Petani Masih Bergerak Positif di Awal 2023
Diskusi pembaca untuk berita ini