Dummy P17

Bengkalis, elaeis.co - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perkebunan menargetkan 300 hektar kebun kelapa sawit berhasil diremajakan sepanjang tahun 2026. Ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit di Negeri Junjungan itu.

Target ini pun disambut hangat oleh Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) Bengkalis. Pihaknya optimis target ini tercapai demi mendukung kesejahteraan ekonomi petani Bengkalis.

"Dengan semangat baru di Disbun, dimana kerja tim PSR juga sinergi yang terus terjaga dengan berbagai pihak, kita berharap target ini tercapai," ujar Sukanto ketua Samade Bengkalis saat berbincang dengan elaeis.co, Minggu (10/5).

Dummy P20

Kendati begitu, Sukanto tak menutupi bahwa percepatan PSR di Bengkalis dibayang- bayangi sejumlah persoalan. Misalnya yakni banyaknya kebun milik petani yang masuk dalam kawasan hutan. Dengan status ini maka, kebun tersebut tidak dapat diajukan untuk program yang digawangi Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) tersebut.

Selanjutnya, tidak sedikit pula pengurus kelompok tani yang kurang aktif. Bahkan ada kelompok tani yang kini tidak memiliki kepengurusan. Ini tentu merepotkan petani dalam pengusulan PSR tadi.

"PSR ini juga dipengaruhi lamanya proses pengusulan," katanya.

Dummy P21

Kemudian, saat ini muncul kekhawatiran petani akan kehilangan mata pencaharian jika kebun kelapa sawitnya di remajakan. Sebab peremajaan minimal baru akan menghasilkan 2-3 tahun penanaman.

"Sebenarnya ada solusi, yakni melakukan program tumpang sari di lahan kelapa sawit tersebut. Ini bisa menjadi penghasilan alternatif menunggu tanaman kelapa sawit berproduksi," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data sementara tahun 2025, luas perkebunan di Kabupaten Bengkalis mencapai sekitar 375 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 87,75 persen dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Sementara hingga saat ini tidak sedikit kebun yang sudah msuk dalam kategori untuk diremajakan. Yakni produksi rendah dan usia tanaman yang sudah tua.

Dummy P18