Aceh, elaeis.co - Para petani kelapa sawit di Aceh Timur saat ini tengah memperjuangkan peremajaan sawit rakyat (PSR) untuk kebun kelapa sawitnya. Sebab banyak kebun yang sudah berusia tua dan produktivitasnya rendah.
Dikatakan Ketua APKASINDO Aceh Timur, Ibrahim Mar, sepengetahuan dia tahun 2021 PSR di wilayahnya sudah mencapai 1600 hektar. "Nah tahun 2022 saya dapat informasi pengajuan PSR sudah sebanyak 3000 hektar. Dimana 2000 hektar sudah mendapat persetujuan dan sisanya masih menunggu pencairan uang dari BPDPKS," ujarnya kepada elaeis.co, Jumat (3/3).
Meski begitu, kata Ibrahim, masih banyak petani yang kesulitan mengajukan program peremajaan itu. Untuk itu pihaknya terus berjuang mencari solusi agar kebun petani diremajakan.
"Di wilayah kita ini ada 7 pabrik kelapa sawit (PKS). Dimana 4 diantaranya tidak memiliki kebun sendiri. Makanya kita ajak mereka untuk bermitra dengan petani," bebernya.
Kerjasama ini antara lain mengenai pasokan TBS yang dibutuhkan OKD untuk operasional. Sekarang ini PKS itu hanya membeli dari hasil kebun masyarakat.
Padahal jika bermitra PKS tanpa kebun tadi tidak perlu bingung untuk memenuhi kebutuhan bakunya. Karena punya petani kelapa sawit.
"Disamping mitra pasokan TBS, beberapa waktu lalu ajukan kerjasama di sisi peremajaan. Namun memang belum ada jawaban dari PKS tersebut," paparnya.
Sebetulnya, kata Ibrahim, kedua belah pihak diuntungkan dengan jalinan kemitraan tadi. Petani bisa dapat tempat penjualan TBS dan PKS dapat pasokan bahan baku. Tentu dengan persyaratan yang disepakati kedua belah pihak.
"Syarat itu kan bisa di bicarakan bagaimana baiknya. Harapan kita PKS tersebut mau bermitra dengan petani, sehingga kedua belah pihak saling menguntungkan," tandasnya.
Petani di Aceh Timur Berharap PKS Mau Bermitra
Diskusi pembaca untuk berita ini