Bengkalis, elaeis.co - Sektor kelapa sawit sangat berpengaruh bagi perekonomian masyarakat Provinsi Riau. Tidak terkecuali Kabupaten Bengkalis.
Sawit di daerah ini merupakan komoditas unggulan dengan luas mencapai sekitar 375 ribu hektar. Sekitar 87,75 persen dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Namun, masih terdapat berbagai tantangan kemajuan sektor ini di daerah tersebut. Rendahnya produktivitas menjadi persolaan utama yang dihadapi petani di Bengkalis saat ini.
"Rendahnya produktivitas ini akibat penggunaan benih tidak unggul, tanaman yang sudah tua, serta keterbatasan pengetahuan pekebun terkait praktik budidaya sawit yang baik,” kata Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Bengkalis, Adi Zulhami, belum lama ini.
Oleh karena itu, cara terbaik yang harus dilakukan oleh petani yakni dengan melakukan replanting atau peremajaan terhadap tanaman sawit.
Pemerintah daerah menargetkan 300 hektar tahun ini ikut program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari BPDP yang tersebar di beberapa kecamatan.
Untuk itu Adi Zulhami menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelembagaan petani, serta pihak swasta dalam menyukseskan program tersebut.
“Kerja sama kemitraan menjadi kunci, baik dalam penyediaan bibit berkualitas, pendampingan teknis, hingga akses pasar. Diharapkan seluruh stakeholder dapat berperan aktif dalam mendorong keberhasilan program ini,” pungkasnya.
Produktivitas Sawit di Bengkalis Masih Rendah, PSR Solusinya!
Diskusi pembaca untuk berita ini