Jambi,elaeis.co - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei tahun ini dimaknai oleh Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) PTPN IV sebagai tonggak keberhasilan dalam meletakkan fondasi awal perubahan.
Di tengah gelombang transformasi dan restrukturisasi pasca satu tahun merger, keduanya menunjukkan kolaborasi yang harmonis dalam hubungan industrial.
Transformasi ini berawal dari langkah strategis pemerintah yang mengonsolidasikan seluruh anak usaha PTPN ke dalam tiga subholding berdasarkan komoditas, termasuk penggabungan entitas usaha kelapa sawit ke dalam PTPN IV PalmCo.
Proses merger tersebut menuntut penyesuaian tidak hanya dari sisi sistem dan struktur, tetapi juga dari visi seluruh elemen perusahaan, termasuk pekerja dan organisasinya. Dalam proses integrasi ini, SPBUN dari eks PTPN III, IV, V, VI, dan XIII bersatu dalam satu wadah, yakni SPBUN Tingkat Perusahaan PTPN IV PalmCo.
Melalui Musyawarah Nasional pada Juli 2024, Muhammad Iskandar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum SPBUN Tingkat Perusahaan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan bahwa kolaborasi antara manajemen dan serikat pekerja menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan transformasi.
"Proses merger bukanlah hal yang mudah. Namun, sinergi dengan serikat pekerja menjadi kunci utama sehingga integrasi dapat berjalan on the track dan menghasilkan dampak positif, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi seluruh insan pekerja," ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/5).
Ia menambahkan bahwa PalmCo senantiasa menjaga komunikasi dua arah yang sehat, terbuka, dan konstruktif untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.
"Keberhasilan transformasi korporasi bukan hanya ditentukan oleh strategi dan sistem, tetapi juga oleh kekuatan sosial dalam tubuh perusahaan. Serikat pekerja telah menunjukkan kedewasaan dengan tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memahami kondisi perusahaan," katanya.
Sejalan dengan itu, Direktur SDM dan Teknologi Informasi PTPN IV PalmCo, Suhendri, mengungkapkan bahwa pasca integrasi, SPBUN tingkat regional yang tersebar di seluruh unit kerja bersepakat tetap menggunakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Tahun 2023 sebagai dasar hubungan industrial.
Hal ini menjadi bentuk penghormatan terhadap keberlangsungan hak-hak pekerja di tengah perubahan struktur organisasi.
“Meski berasal dari latar belakang dan kebijakan kerja yang berbeda sebelum merger, seluruh pengurus dan anggota SPBUN menunjukkan semangat kebersamaan dalam menyongsong kebijakan bersama yang lebih komprehensif,” kata Suhendri.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses penyelarasan aspirasi kini tengah berlangsung di seluruh unit kerja dan akan menjadi fondasi penyusunan PKB baru yang ditargetkan rampung pada Oktober 2025.
“Kami sangat menghargai kematangan hubungan industrial yang dibangun oleh SPBUN bersama manajemen. Proses ini tidak hanya soal harmonisasi administratif, tetapi juga menunjukkan bahwa transformasi dapat berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak pekerja,” tuturnya.
Sementara itu, Muhammad Iskandar menegaskan bahwa serikat pekerja kini memiliki orientasi yang lebih strategis, bukan hanya sebagai penyambung aspirasi karyawan, tetapi juga sebagai mitra perusahaan dalam mengawal proses perubahan.
“Kami di SPBUN meyakini bahwa perusahaan yang sehat akan membawa kesejahteraan bagi karyawan dan keluarganya. Oleh karena itu, kami mendukung penuh proses transformasi PalmCo, tentu dengan tetap mengawal hak dan kepentingan pekerja secara konstruktif,” ujar Iskandar.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan di tengah restrukturisasi agar tidak disusupi kepentingan sepihak yang dapat menghambat pencapaian tujuan bersama.
“Di bawah naungan Federasi Serikat Pekerja Perkebunan (FSBUN) PTPN, kami semakin solid pasca merger. Kami tidak ingin transformasi ini berhenti pada tataran kebijakan saja. Kami ingin menjadi bagian dari penggerak budaya kerja baru yang lebih profesional, terbuka, dan menjunjung tinggi kesejahteraan kolektif,” ujarnya.
Bagi Iskandar dan seluruh anggota SPBUN, Hari Buruh tahun ini menjadi momentum refleksi atas pentingnya hubungan industrial yang sehat sebagai fondasi kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan perusahaan.
“Di PalmCo, relasi antara pekerja dan manajemen telah tumbuh menjadi hubungan yang saling menguatkan. Dialog terbuka terus digalakkan, dan semua pihak memiliki semangat yang sama: perusahaan sehat, karyawan sejahtera,” pungkasnya.
PTPN IV PalmCo dan SPBUN Maknai Hari Buruh sebagai Momentum Keberhasilan Transformasi
Diskusi pembaca untuk berita ini