Dummy P17

Pontianak, elaeis.co - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) menyatakan siap mendukung program Sub Holding PalmCo dalam mengakselerasi peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kalimantan Barat (kalbar).

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Aspekpir Kalbar YS Marjitan kepada Direktur Utama PalmCo Jatmiko Santosa saat pertemuan kedua pihak di Region Office Regional V PTPN IV di Kota Pontianak. Aspekpir menyatakan keberadaan perusahaan perkebunan milik negara yang berada di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara Group itu memberikan harapan bagi petani sawit di Kalbar.

"Kehadiran PalmCo memberikan harapan untuk mengatasi ketidakberdayaan petani sawit di Kalbar selama ini," kata Marjitan dalam keterangan resmi, kemarin.

Dummy P20

Untuk itu, ia dan Aspekpir Kalbar menyatakan siap untuk bekerjasama dengan PalmCo dalam upaya memperkuat petani sawit melalui peremajaan sawit tua. "Pada akhirnya kami yakin program ini menjadi jawaban ketimpangan produktivitas petani dan perusahaan dan secara tidak langsung akan membantu meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan petani," urainya.

Jatmiko sendiri, sebelum memimpin PalmCo, berpengalaman empat tahun memimpin dan berhasil mengubah PTPN V melalui beragam program transformasi dan sukses mengakselerasi PSR di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau. Hingga kini, PTPN V atau yang kini dikenal sebagai PalmCo Regional III menjadi perusahaan milik negara dengan program PSR terluas di seluruh Holding Perkebunan Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut, Jatmiko membawa serta empat program unggulan yang berhasil ia terapkan dalam mengakselerasi PSR. Pertama adalah kemitraan dengan pola manajemen tunggal atau single management. Pola tersebut menjadi kunci sukses program PSR yang dilaksanakan di berbagai kabupaten di Riau.

Dummy P21

Pola manajamen tunggal atau single management  mengusung standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat akan memiliki perkebunan sawit dengan produktivitas tinggi dan memangkas ketimpangan produktivitas petani dan perusahaan seperti yang selama ini jamak terjadi.

Pendekatan tersebut kian lengkap dengan pola off taker atau pendampingan perusahaan kepada petani selama proses peremajaan sawit berlangsung. Salah satu wujud pola tersebut adalah skema cash for works untuk para petani mitra sehingga para petani tetap mendapatkan penghasilan selama peremajaan berlangsung.

"Selanjutnya, kami dari PalmCo juga menawarkan program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat. Tidak dipungkiri begitu banyak bibit sawit ilegitim yang menghantui para petani dalam melaksanakan PSR. Padahal bibit sawit memiliki peran penting untuk 25-30 tahun mendatang," ujarnya.

Selain itu, Jatmiko juga menyatakan PalmCo siap memberikan pelatihan kepada para petani. Pelatihan tersebut diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan. "Saya sangat bersyukur kehadiran PTPN IV PalmCo diterima dengan baik oleh rekan-rekan Aspekpir di Kalbar," tukasnya.

“Insya Allah secara bertahap kami akan terus memperkuat petani sawit di Kalimantan dengan program yang kami miliki, ini menjadi harapan baru bagi kami petani," urainya lagi.

Untuk tahap awal ini, ia memprioritaskan penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat dan pelatihan untuk para petani untuk segera disinergikan bersama Aspekpir. "Salah satu fokus utama PalmCo adalah PSR. Insya Allah akan segera kami wujudkan bersama dengan teman-teman Aspekpir di Kalimantan," tutupnya.


 

Dummy P18