Pekanbaru, elaeis.co - Saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tengah mengalami penurunan. Hal ini terjadi lantaran harga minyak sawit mentah (CPO) dunia tengah turun.
Kondisi turunnya harga CPO dunia ini memang tidak lepas dari keusilan Uni Eropa. Apalagi sejak diberlakukannya European Union Deforestation Free Regulation (EUDR).
Undang-undang anti deforestasi yang dikeluarkan Eropa itu memang sangat mendiskreditkan kelapa sawit Indonesia. Karena Uni Eropa menganggap bahwa sawit menjadi penyebab terjadinya deforestasi.
Hal ini pun dikomentari oleh Gubernur Riau, Syamsuar. Sebagai daerah penghasil sawit terbesar, Riau memang sangat terganggu dengan adanya undang-undang tersebut.
Ia mengatakan bahwa saat ini ekonomi Indonesia sangat bagus, inflasi juga masih bisa dikendalikan sehingga tidak ada lonjakan harga bahan-bahan pokok.
Maka dari itu diharapkan tidak terpengaruh dengan adanya permainan dari Uni Eropa yang menilai sawit di Indonesia dan malaysia melakukan deforestasi.
"Ini kan tahun politik, bisa saja Uni Eropa melakukan permainan tidak sehat terhadap indonesia, karna ekonomi indonesia bagus," kata Syamsuar kepada wartawan, kemarin.
"Dulu tahun 2018 yang merupakan tahun politik juga kita dihantam sehingga harga sawit kita anjlok sampai dibawah seribu. Kedepannya kita harapkan hal yang serupa tidak terjadi," pungkasnya.
Gubernur Riau: Isu Deforestasi Itu Permainan Tidak Sehat Eropa pada Indonesia
Diskusi pembaca untuk berita ini