Dummy P17

Bandar Lampung, elaeis.co - Program Studi Teknik Biosistem Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar acara studium generale bertajuk Membangun Sinergi antara Itera dan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) dalam Mewujudkan SDM Unggul. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera.

Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antara Itera dan PT BGA yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU).

Acara ini dihadiri oleh Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Head of Corporate Development PT BGA Dr. Azis Natawijaya, Continuous Improvement Specialist PT BGA Muhammad Kalili, S.T. Jajaran pimpinan Itera lainnya yang turut hadir diantaranya Kepala Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum drh. Sri Sulistiawati, M.M., perwakilan LPPM dan LPMPP Itera, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Fakultas Teknologi Industri Itera, Dr. Sena Maulana, perwakilan fakultas, dan jajaran dosen.

Dummy P20

Nyoman menyampaikan apresiasi kepada PT BGA yang telah memberikan dukungan besar bagi dunia akademik khususnya dalam upaya pengembangan SDM di industri sawit. “Kerja sama ini adalah momentum yang sangat baik. Itera yang baru berusia 10 tahun dapat menjalin hubungan yang erat dengan PT BGA, semoga memberikan semangat kepada para dosen dan mahasiswa,” katanya dalam keterangan resmi Kominfo Itera dikutip Senin (23/9).

Dia berharap, kerja sama antara Itera dan PT BGA dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung inovasi dan pengembangan SDM yang unggul. “Semoga apa yang dipelajari mahasiswa di kampus dapat diaplikasikan saat bekerja nanti. Dan kerja sama ini terus berkesinambungan dan memberikan manfaat besar bagi Itera dan PT BGA,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Azis Natawijaya memaparkan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi sawit di Indonesia melalui inovasi. Ia menjelaskan bahwa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang paling produktif, dengan produktivitas 8-10 kali lipat dibandingkan minyak nabati lainnya. Namun, Azis juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kelapa sawit.

Dummy P21

“Jangan sampai kelapa sawit hanya menjadi sejarah. Kita harus terus berinovasi, seperti melalui pengembangan planting material, sistem monitoring produksi, dan peningkatan kualitas Crude Palm Oil (CPO) storage,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, Yeni Kurnia, mahasiswa Teknik Biosistem Itera, menanyakan tantangan terbesar dalam mempertahankan kualitas dan kuantitas kelapa sawit.

Azis lantas menjelaskan bahwa standarisasi proses kerja, kesadaran terhadap lingkungan, dan teknologi adalah kunci untuk menghadapi tantangan tersebut. “Peningkatan produktivitas kelapa sawit di masa depan hanya bisa dicapai melalui program intensifikasi dan inovasi berkelanjutan,” tutupnya.


 

Dummy P18