Dummy P17

Bengkulu, elaeis.co - Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan bahwa program peremajaan sawit rakyat (PSR) merupakan solusi terbaik bagi  permasalahan yang dihadapi petani terhadap kebun kelapa sawit yang berusia di atas 25 tahun.

Bahkan menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, ada banyak manfaat dari program PSR tersebut.

Pertama, petani ikut berlembaga. Yang tadinya tidak, melalui pelaksanaan PSR akan membuat petani memiliki lembaga atau kelompok.

Dummy P20

"Melalui PSR, nanti petani akan kembali membentuk kelompok tani atau lembaga. Jadi yang sebelumnya mati suri, menjadi aktif kembali dan menjadi wadah bagi penyaluran aspirasi petani," kata Rosmala, kemarin.

Manfaat lainnya dari PSR, menurut Rosmala, akan memberikan jaminan pelaksanaan usaha sawit yang berkelanjutan. Kebun yang diremajakan bakal mengikuti standar pembukaan lahan tanpa dengan membakar, bibit yang  digunakan juga terjamin dan bersertifikat, serta perawatannya sesuai dengan standar teknis.

"Jadi kalau petani ikut PSR maka nanti kebunnya menjadi lebih produktif karena ditanam dengan bibit berkualitas dan bersertifikat," tuturnya.

Dummy P21

Selain itu, menurut Rosmala, dengan ikut PSR, petani kelapa sawit bisa meningkatkan produktivitas kebun. Sehingga kebun sawit nantinya dapat memproduksi minimal 1.000 kg tandan buah segar (TBS) per hektare dalam tiap bulan.

Bahkan hasil produksi kebun dari PSR yang telah berumur 28 bulan, mampu memproduksi TBS mencapai 750 kg per hektare dalam tiap bulan.

"Inilah yang diharapkan petani kelapa sawit, produksi kebun diatas 1 ton per hektar per bulan," ujarnya.

Dummy P18