Dummy P17

Jakarta, elaeis.co - Dana besar mengalir dari industri sawit. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat penerimaan pungutan ekspor sawit dan produk turunannya mencapai Rp22,7 triliun hingga Semester I-2026. 

Dana tersebut kini menjadi salah satu amunisi pemerintah untuk memperkuat hilirisasi sawit, mempercepat program biodiesel B50, hingga meningkatkan produktivitas kebun petani rakyat.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim mengatakan penerimaan tersebut tercatat sampai 30 Juni 2026. Dana itu nantinya kembali digunakan untuk membiayai berbagai program strategis yang berkaitan dengan pengembangan industri sawit nasional.

Dummy P20

"Sampai dengan 30 Juni tahun 2026, penerimaan BPDP mencapai Rp22,7 triliun. Dana ini digunakan kembali untuk program-program yang diamanatkan pemerintah," ujar Zaid dalam media briefing di Kalimantan Tengah, Rabu (29/7).

Lantas, uang puluhan triliun rupiah itu digunakan untuk apa?

Salah satu fokus utama adalah mendukung program biodiesel B50, yakni pencampuran bahan bakar nabati berbasis sawit sebesar 50 persen dalam solar. Program ini mulai diterapkan pada 1 Juli 2026 sebagai strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan penyerapan minyak sawit domestik.

Dummy P21

Melalui B50, pemerintah berharap ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor dapat ditekan. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga menjadi pasar baru bagi industri sawit nasional karena sebagian produksi dialihkan untuk kebutuhan energi dalam negeri.

Selain biodiesel, dana pungutan ekspor juga dialokasikan untuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini bertujuan mengganti tanaman sawit tua atau kurang produktif dengan bibit unggul agar hasil panen petani meningkat.

Pada 2026, BPDP menargetkan percepatan PSR dengan luasan mencapai 50.000 hektare. Program tersebut melibatkan kelembagaan pekebun sawit rakyat di berbagai daerah sentra produksi.

Dana tersebut juga digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, promosi sawit berkelanjutan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dummy P18