Selama dua hari secara maraton diskusi dan dialog antar pelaku dari Jawa, Sumatera Barat, Jambi dan Riau berbagi pengalaman dan visi demonstratif.
Malah, seorang peneliti dan pegiat pusaka dari University of Vienna (Austria) ikut menggempitakan ide-ide dengan pengalaman kosmografi Sungai Donau di kawasan Wachau Valley.
Dia juga seorang anggota I’COMOS (International Council on Monument and Sites). Lembah Wachau di sungai Donau dengan panjang 40 Km dan melintasi 9 kota.
Baca juga: Ada Apa (Petani) Sawit?
Ada kesamaan kosmografis antara sungai Donau dan sungai Siak; ya, lapak, tapak, sekaligus gegargempita peradaban aquatika (evolusi agraris sekala aquatik), lalu lintas perniagaan tradisi dan modern, tempat tumbuhnya pasar dalam semangat rendez-vous (al mulaqat), persemaian titiksimpul religiusitas lewat kehadiran kampung-kampung suluk dalam kosmografi sungai-sungai.
Singkat kata, sungai bagi Melayu tak semata urat nadi ekonomi dan interaksi sosial dalam cahaya era sultanat dan modernitas, tapi sekaligus bertindak selaku penyentak kesadaran akan langit: ya, kampung-kampung Langit (Heaven villages).
Mungkin sesi diskusi yang berlangsung padat dan renyah selama dua hari itu, akan lebih molek dan bergetar ketika Pemda Siak selaku tuan rumah mampu mendorong lebih banyak lagi pelibatan ‘manusia-manusia’ Siak dalam segala segmen dan kelompok sasaran; bisa itu pramuka, sanggar seni, kaum alim ulama, pengampu adat dan lembaga adat Melayu, komunitas adat, aktivis lingkungan, aktivis perempuan lokal atau pun tokoh-tokoh Siak (termasuk saudagar) yang berada di Pekanbaru dan Jakarta.
Semua ini dimaksudkan sebagai “hari rayanya” Orang Siak untuk beradu gagasan dalam semangat “menjingkang dan melucut” ekonomi ekstraktif yang melumpuhkan bumi selama ini.
Rekan saya dari Jakarta, bertanya pendek pada saya: “Dua hari diskusi yang bergemuruh ini, saya tak melihat orang Siak. Mana orang Siak?”
Diam... sebuah jalan bagi saya ketika berdepan dengan pertanyaan sejenis itu. Dengan ‘jalan diam’, apakah saya tengah memerankan diri selaku seorang bijak, atau malah terkesan ‘sok bijak’? ...
Pusaka: Mana Orang Siak?
Diskusi pembaca untuk berita ini