Seruyan, elaeis.co - Setelah sebelumnya konflik antara masyarakat dan PT BJAP pecah di Seruyan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kali ini konflik antara masyarakat dengan perusahaan kelapa sawit kembali terjadi di Kecamatan Seruyan Raya. Masyarakat yang berasal dari Desa Bangkal menggeruduk PT Mustika Sembuluh, Sabtu (29/7) kemarin.
Tidak jauh berbeda, masyarakat meminta haknya, yakni pembangunan kebun kelapa sawit sebesar 20% dari perusahaan tersebut. Rujukan mereka adalah Permentan Nomor 26 tahun 2007.
"Sejatinya aksi masyarakat sudah sejak beberapa hari lalu. Namun kemarin masyarakat memportal akses masuk ke perusahaan," ujar Ketua Aspek-PIR Kalteng, Yusroh Fataqin, kepada elaeis.co, Minggu (30/7).
Dari informasi yang diperoleh Yusroh,. masyarakat merupakan anggota Koperasi Serba Usaha Sepan Raya. Mereka meminta perusahaan menyediakan 627 hektar sesuai dengan jumlah anggota koperasi tersebut.
Namun perusahaan hanya sanggup membangun 89 hektar saja. Sementara SK IUP Gubernur Kalteng, no 343 tahun 2003 menunjukkan bahwa kebun perusahaan itu mencapai 15 ribu hektar.
"Ada juga faktor lain seperti masyarakat menduga ada kecurangan dalam pembelian TBS sawit milik masyarakat, dan lainnya," katanya.
Yusron berharap ada penyelesaian yang saling menguntungkan dari kedua belah pihak. Seperti layaknya PT BJAP dan masyarakat Serutan Tengah.
"Kita berharap tidak terjadi bentrokan seperti sebelumnya. Kemudian kedua belah pihak duduk bersama dengan difasilitasi dan diawasi pemerintah. Karena ada ancaman masyarakat akan mendirikan tenda di perusahaan tersebut," tutupnya.
Seruyan Kembali Bergejolak, Kali Ini Masyarakat Geruduk PT Mustika Sembuluh
Diskusi pembaca untuk berita ini