Bagi Dabeeo, kolaborasi ini menjadi langkah memperluas penerapan teknologi penginderaan jauh di sektor agroforestri Indonesia.
Saat ini perusahaan mengomersialkan citra satelit dengan resolusi hingga 30 sentimeter, mengoperasikan dua satelit untuk pemantauan perkebunan, serta tujuh satelit lainnya untuk berbagai kebutuhan industri.
Sementara itu, IPB University akan mengembangkan model analisis yang melengkapi teknologi Precipalm, yakni sistem rekomendasi pemupukan kelapa sawit berbasis analisis citra daun yang telah dikembangkan sebelumnya.
Melalui integrasi AI, citra satelit, dan model analisis tersebut, sistem yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan rekomendasi pengelolaan tanaman secara lebih presisi sehingga tindakan pemupukan maupun penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat sebelum berdampak pada produktivitas kebun.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah peneliti IPB University juga memaparkan berbagai hasil riset bersama mitra industri sebagai bagian dari penguatan inovasi teknologi untuk mendukung transformasi sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia.
Tak Perlu Cek Satu per Satu, AI dan Satelit Kini Pantau Kesehatan Sawit dalam Hitungan Menit
Diskusi pembaca untuk berita ini