Dummy P17

Kasus ini makin panas setelah pemerintah membeberkan modus yang diduga dipakai para eksportir sawit. Menurut Purbaya, perusahaan menjual ekspor ke trading company di Singapura. Namun secara fisik, barang langsung dikirim ke negara tujuan akhir tanpa transit.

Yang jadi sorotan, dokumen transaksi disebut dibuat seolah-olah penjualan hanya sampai Singapura. Akibatnya, nilai ekspor yang tercatat dari Indonesia menjadi lebih rendah dibanding harga sebenarnya saat barang masuk ke negara tujuan.

“Jadi 10 perusahaan itu jual ke Singapura lewat trading company. Sebenarnya barangnya ke sana langsung karena kapalnya enggak berubah, tapi kertasnya berbeda,” ujar Purbaya.

Dummy P20

Pemerintah menemukan dugaan permainan itu setelah membandingkan data ekspor Indonesia dengan data impor dari negara tujuan, termasuk Amerika Serikat (AS). Hasilnya, ada selisih harga yang mencolok meski volume barang yang dikirim relatif sama.

“Kalau volume sama, harga beda, apa itu? Under invoicing. Transfer pricing juga bisa. Kalau saya lihat dua-duanya,” tambahnya.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Agung. Bahkan, sebagian data disebut sudah diserahkan ke aparat penegak hukum untuk pendalaman lebih lanjut.

Dummy P21

Yang bikin publik makin tercengang, Purbaya mengungkap potensi kerugian dari sampel pemeriksaan saja mencapai sekitar US$84 juta. Angka itu disebut baru berasal dari sebagian kecil transaksi yang diperiksa pemerintah.

“Kalau semua, iya. Kira-kira. Itu kan cuma sample,” kata Purbaya.

Ia juga menyebut sampel pemeriksaan diambil secara acak dari 10 perusahaan eksportir terbesar sektor sawit. Namun hasilnya justru menunjukkan pola yang mirip.

“Saya ambil 10 terbesar. Semuanya melakukan hal itu. Jadi boleh dipastikan semuanya melakukan hal itu jadinya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang reaksi di sektor industri sawit nasional. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu eksportir CPO terbesar dunia, sehingga isu manipulasi ekspor bisa berdampak serius terhadap kepercayaan pasar global.

Di sisi lain, Wilmar memastikan akan memberikan pembaruan informasi apabila nantinya menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah terkait proses penyelidikan.

“Kami akan memperbarui informasi kepada pasar sebagaimana mestinya,” tutup manajemen.

Kasus dugaan manipulasi ekspor sawit ini kini menjadi sorotan tajam publik dan pelaku pasar. Banyak pihak menunggu langkah lanjutan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk membongkar dugaan permainan ekspor yang disebut telah berlangsung cukup lama itu.

Dummy P18