Dummy P17

Jakarta, elaeis.co – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat selama musim kemarau 2026. 

Kondisi ini membuat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperketat kesiapsiagaan perusahaan anggota, khususnya di wilayah perkebunan yang memiliki risiko kebakaran tinggi.

Langkah tersebut dilakukan mulai dari memperkuat patroli lapangan, menyiagakan regu pemadam, memastikan ketersediaan sarana pemadaman, hingga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan aparat.

Dummy P20

GAPKI menegaskan pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. 

Dunia usaha, pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya perlu bergerak bersama agar potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan sinergi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan perkebunan dan wilayah di sekitarnya dari ancaman kebakaran.

Dummy P21

“Sinergi lintas asosiasi dan lintas sektor menjadi bagian penting dari tanggung jawab bersama dunia usaha dalam menjaga kawasan konsesi dan wilayah sekitarnya dari ancaman karhutla,” demikian komitmen GAPKI dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (25/8).

Untuk mengantisipasi karhutla, GAPKI sebelumnya telah mengeluarkan sejumlah surat imbauan kepada ketua cabang dan pimpinan perusahaan anggota.

Salah satunya melalui Surat No. 088/GAPKI/III/2026 tertanggal 13 Maret 2026. Surat tersebut mendorong perusahaan melakukan langkah pencegahan kebakaran sejak dini.

Imbauan kemudian diperkuat melalui Surat No. 280/GAPKI/VII/2026 tertanggal 30 Juli 2026. Kali ini, GAPKI secara khusus menekankan pencegahan karhutla di kawasan lahan gambut.

Dummy P18