Dummy P17

Jakarta, elaeis.co – Pemerintah mulai menyiapkan perubahan besar dalam tata kelola ekspor komoditas strategis nasional, termasuk kelapa sawit

Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menginstruksikan agar ekspor sumber daya alam dilakukan lebih terkontrol melalui badan usaha milik negara (BUMN) khusus bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Rencana itu disampaikan Prabowo saat pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 pada Rabu (20/5).

Dummy P20

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh terus berada dalam posisi lemah dalam perdagangan komoditas global, terutama untuk sektor kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu andalan ekspor nasional.

Menurutnya, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun harga komoditas tersebut justru masih banyak ditentukan negara lain.

“Saudara-saudara sekalian, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan di negara lain. Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya ini tidak boleh terjadi,” kata Prabowo.

Dummy P21

Ia meminta jajaran kabinet segera merumuskan mekanisme baru agar harga komoditas strategis nasional bisa lebih banyak dikendalikan dari dalam negeri.

“Saya tidak mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain. Kita tentukan harga kita dan kalau mereka tidak mau beli pakai harga kita ya tidak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri,” ujarnya.

Prabowo juga menegaskan pendekatan serupa akan diterapkan pada komoditas strategis lainnya. Menurut dia, sumber daya alam Indonesia harus dikelola berdasarkan kepentingan nasional dan keberlanjutan jangka panjang.

“Saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri. Dan kalau mereka nggak mau beli, ya nggak apa-apa. Biar saja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti. Daripada kita jual murah,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan sektor sawit memang memiliki peran besar dalam menopang ekspor nasional. Karena itu, pemerintah ingin tata kelola sektor strategis ini semakin kuat dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi Indonesia.

“Komoditas strategis terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya sawit yang mengalami peningkatan ekspor dan memperkuat kinerja ekspor pertanian nasional,” kata Amran dalam keterangannya, Jumat (22/5).

Amran menjelaskan, kinerja ekspor sawit Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara. Pemerintah mencatat devisa ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$23 miliar atau sekitar Rp391 triliun.

Dummy P18